PENDIDIKAN VS POLITIK
PENDIDIKAN
& POLITIK
Pendidikan dan politik adalah dua elemen
penting dalam sistem sosial. Keduanya sering dilihat sebagai bagian yang
terpisahkan, yang satu sama lain tidak memiliki hubungan apa-apa. Padahal, keduanya
bahu-membahu dalam proses pembentukan karakteristik masyarakat. Lebih dari itu,
keduanya satu sama lain saling menunjang dan saling mengisi. Proses pendidikan
berperan penting dalam membentuk perilaku dan character individu. Begitu juga sebaliknya,
proses politik membawa dampak besar pada karakteristik pendidikan. Artinya ada hubungan
erat dan dinamis antara pendidikan dan politik sebetulnya saling berkaitan satu
sama lain.
Dalam ungkapannya Abernethy dan Coombe
(1965:287) Education and politics are inextricably linked (Pendidikan
dan politik terkait tanpa bias dipisahkan). Menurut mereka, hubungan timbal
balik antara pendidikan dan politik dapat terjadi melalui tiga aspek, yaitu
pembentukan sikap kelompok (group attitude), masalah pengangguran (unemployment),
dan peranan politik kaum cendekia (the polical role of the intelligensia).
Hubungan erat antara pendidikan dengan politik
dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi perkembangan pendidikan.
Meskipun hubungan atau keterkaitan antara politik dan pendidikan begitu kuat
dan riil, tidak semua orang mengakui dan mendukung realitas tersebut. Banyak
pihak yang resah dengan realitas tersebut dan menginginkan upaya-upaya
perubahan untuk meminimalisasi atau mengikis elemen-elemen politik dalam dunia
pendidikan. Mereka menginginkan agar pendidikan dan politik menjadi dua wilayah
yang terpisah dan tidak berhubungan. Mereka percaya bahwa pemisahan antara
politik dan pendidikan dapat dilakukan untuk membebaskan lembaga-lembaga
pendidikan dari berbagai kepentingan politik.
Namun, apapun latar belakang dan tujuan
kemunculannya, kecenderungan pemisahan dan pengintegrasian pendidikan dan
politik, keduanya akan terus saling terkait. Pendidikan menyangkut proses transformasi
ilmu pengetahuan, pembentukan karakter dan budaya, serta perkembangan ketrampilan
dan pelatihan untuk tenaga kerja (skill), sedangkan politik berkenaan dengan praktik kekuasaan,
pengaruh dan otoritas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan-keputusan
otoritatif tentang alokasi nilai-nilai social.
Dari beberapa pemikiran tersebut, dapat
ditarik beberapa pemahaman. Pertama,
Adanya kesadaran tentang hubungan erat antara pendidikan dan politik. Kedua, Adanya kesadaran akan
peran penting pendidikan dalam menentukan corak dan arah kehidupan
politik. Ketiga, adanya
kesadaran akan pentingnya pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dan
politik. Keempat, perlunya
pemahaman yang lebih luas tentang politik.
Namun, pengalaman panjang telah memperlihatkan
betapa pendidikan dan politik saling berkaitan. Keterkaitan tersebut dapat dilihat
dari karakteristik berbagai kebijakan pendidikan yang dibuat oleh rezim yang
berkuasa ganti penguasa berganti pulalah system kebijakanya dan sudah buka
menjadi rahasia umum lagi karena dampaknya terasakan oleh masyarakat secara
langsung.
Menelusuri Persepsi Politik dalam Pendidikan,
bila pendidikan telah terkooptasi sedemikian rupa dengan kebijakan politik,
maka secara umum tidaklah menguntungkan, karena dimungkinkan terjadinya
pembusukan dari dalam sebagai akibat penjinakan (domestikasi) dinamika pendidikan
itu sendiri. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak memadainya kualifikasi
orang-orang yang mengambil kebijakan, dalam arti mereka begitu minim pemahaman
tentang pendidikan, sehingga tak mampu menyelami hakikat dan masalah dunia
pendidikan. Oleh karena itu tidak aneh bila selama ini sektor pendidikan mereka
jadikan sekedar kuda tunggangan. Sebab yang ada dalam benak mereka hanyalah
kepentingan-kepentingan politik sesaat, seperti bagaimana mendapat sebanyak
mungkin simpati dari golongan mayoritas tertentu serta bagaimana dapat
menduduki kursi panas selama mungkin
Oleh karena itu maka Pendidikan dan politik
merupakan elemen yang penting yang tidak dapat dipisahkan hubungan antara
pendidikan dan politik tak bias dipisahkan dalam arti antara pendidikan dan
politik yang saling berkait.
Pendidikan dalam hal ini memberikan pengajaran
atau mendidikkan pelaku atau tokoh politik, sedangkan polotik posisinya sebagai
pembuat sector kebijakan. Dalam hal ini pendidikan dan politik seirama dalam
menciptakan sebuah peradaban baru. Akan tetapi apa bila politik dipegang oleh
orang-orang yang tidak berkopenten tentu akan rusak, demikian juga dengan
pendidikan yang membutuhkan kebijakan demi kemajuan dan pencerahan
#MychoTop2020
#PojokKanan2020
Komentar
Posting Komentar